Skip to main content

"Riba Relevansi Hukum Dulu dan Sekarang"


Dalam Islam di kenal hukum Riba..  Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar . ( Riba - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Dalam firmannya Allah swt berfirman :

“Dan sesuatu Riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta manusia, Maka Riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Ruum:39)


dalam islam juga di kenal konsep keadilan banyak ayat menyebut tentang keadilan seperti firman Allah swt. dalam surat al-Maidah ayat 8 :
Artinya :

”Dan berbuat adillah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil.” (Qs. al-Hujurat/49: 9).

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (Qs. an-Nahl: 90)

Lalu korelasi antara riba dan keadilan apakah bisa dilakukan pada masa kekian?

Kata adil berasal dari bahasa Arab yang secara harfiyah berarti sama. Menurut kamus bahasa Indonesia, adil berarti sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak.

Dahulu penggunaan mata uang di zaman Islam klasik, mata uang yang di gunakan adalah kepingan-kepingan emas. Kepingan emas ini nilainya akan bertambah..

Semisal si A hutang satu keping mata uang kemudian di bayar satu keping lagi tanpa di tambah, antara yang meminjam dengan yang di pinjam tidak mengalami kerugian karena nilai mata uang ini nilainya terus bertambah,ada sistem keadilan di sini.

berbeda dengan masa sekarang penggunaan mata uang mayoritas menggunakan uang kertas... hal ini sangat berbeda dengan kepingan emas, nilai mata uang dengan menggunakan kertas ini nilainya akan menyusut.. jadi kalau si A minjam uang 15.000.000 dalam beberapa tahun bayar tetep 15.000.000 pasti ada pihak yang di rugikan yaitu sang pemilik uang karena nilainya tidak sama lagi.. dahulu 15.000.000 bisa beli mobil sekarang cuman bisa beli motor.  Jadi ketika ketika bayar dengan jumlah yang sama ini tidak mempunyai efek keadilan. Padahal Tuhan menyuruh manusia berbuat adil.

Siapa yang mau minjemin uang 15.000.000 nanti bayarnya 15 tahun kemudian di bayar 15.000.000 lagi?

Hal ini akan akan berbeda jika bentuk mata uang emas 10 keping kemudian di bayar 15 tahun kemudian di bayar dengan jumlah yang sama yaitu 10 keping lagi kemungkinan masih mempunyai efek keadilan, karena nilainya akan bertambah setiap waktu.

Adakah yang bisa mencari solusi terhadap prilaku prilaku ekonomi yang berbeda zaman tersebut?

sistem ekonomi yang berlaku saat ini dan dahulu sangat berbeda di lihat dari jenis penggunaan mata uang.. lembaga yang mencetak mata uang dan lain sebagainya.

Comments

Popular posts from this blog

PENDERITAAN

Terkadang manusia akan selalu lari dari setiap masalahyang di hadapinya, padahal yang sebenarnya terjadi akan timbul suatu permasalahan yang baru dan kompleks, semuanya tertumpuk menjadi satu. kita dan semua orang akan takut menghadapi suatu penderitaan, maka akan menjahu dari penderitaan tersebut, penderitaan yang sesungguhnya adalah dari dalam manusia itu sendiri tidak tentram dan merasa selalu gelisah. penderitaan suatu hal yang di jauhi setiap manusia yang normal, karena penderitaan adalah suatu hal yang menakutkan seperti ; kita tidak bisa makan, tidak bisa tidur karena tidak mempunyai tempat untuk berteduh, di aniaya oleh orang lain, di intimidasi orang dan sebagainya. kebahagiaan adalah barang yang langkah, penderitaan membuat orang menjadi prustrasi, depresi, bahkan akan menjadi gila. setiap orang mempunyai permasalahannya sendiriyang sangat kompleks, masalah itu timbul biasanya dari suatu keinginan, keinginan tersebut sumber dari suatu permasalahan jikalau keinginan tersebut...

MENGEJAR KEBAHAGIAAN

realitas yang konyol dan naif itulah kehidupan yang pahit untuk di rasakan. kebahagiaan adalah saat kita sudah melewati rasa penderitaan, tanpa penderitaan kita tidak akan bisa membandingakan bagaimana merasakn rasa bahagia. kebahagiaan adalah jika kita lebih banyak menelan pil pahit penderitaan dan melewatinya, kebahagiaan adalah suatu kebijakan yang arif, kebahagiaan adalah suatu kedewasaan, kebahagiaan adalah di saat suatu keinginan sudah tidak lagi di butuhkan. manusia akan mempunyai sifat dasar yaitu rasa keinginan kemudian keinginan itu timbul menjadi proses mencapai keinginan kemudian capaian keinginan tersebut menemui klimaks titik jenuh. manusia akan mencari sebuah sensasi dalam kehidupannya, hdup akan berjalan mencari petualangan baru memuaskan keingin tauhan, karena kita akan senang dan kagumterhadap suatu pengetahuan yang baru. keingin tauhan adalah modal dasar manusia. keingin tauhan adalah fitrah manusia. dia akan belajar dengan pengetauan itu, pengetahuan tersebut me...

Peran Etnis Tionghoa Dalam Politik di Indonesia

Paska reformasi arah demokrasi makin menggliat, keran keran demokrasi semakin membuka diri. etnis tionghoa yang selama orde baru tidak memiliki kebebasan politik, sesudah reformasi mereka cukup meramaikan perpolitikan di Indonesia. Adanya Gubernur sekaligus calon Gubernur dari etnis tiongha Basuki Tjahaja Purnama   yang turut mermaikan Pilkada DKI yang sedang berlangsung saat ini sedikit membuka sejarah konflik laten anatara pribumi dan etnis tionghoa. Pilkada DKI yang sedang berlangsung saat ini di warnai dengan kampanye kampanye negatif yang bisa meruntuhkan disintegrasi bangsa ini. Sumber : id.wikipedia.org Sejarah menunjukan era kolonialisme bangsa belanda sudah meninggalkan warisan sebegitu negatifnya, Penjajahan selalu memandang  rendah bangsa yang di jajahnya, Sementara itu bangasa eropa sebagai penjajah menempatkan diri pada status sosial yang lebih tinggi, Kolonialisme Belanda kemudian membuat strarata sosial, keturunan campuran ...