Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2017

Benarkah Tetap Akan Masuk Syurga Walapun Tidak Shalat, Asalkan Sepanjang Hidup Berbuat Kebajikan

Akhir-akhir ini banyak sekali pendapat yang mengatakan "Seseorang tetap akan masuk syurga meskipun tidak shalat, asalkan sepanjang hidupnya melakukan kebajikan". Sumber : brilio.net Pertanyaan yang kemudian muncul dalam benak seorang muslim kemudian adalah "Apakah di benarkan seseorang yang mengaku beriman, tetapi tidak melaksanakan shalat?".  Beriman artinya percaya berasal dari bahasa Arab. Sedangkan menurut istilah pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Jadi jika seseorang mengaku beriman konsekuensinya ia harus melaksanakan segala yang di imaninya, termasuk di antaranya adalah melaksanakan shalat. Sebab shalat merupakan salah satu perintah Agama (Allah) yang telah di imaninya. Dalam Al-Qur’an tentang shalat, Allah SWT berfirman : وَاَقِيْمِ الصَّلَوةَ اِنَّ الصَّلَوةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرَ “Kerjakanlah shalat sesungguhnya shala...

Peran Etnis Tionghoa Dalam Politik di Indonesia

Paska reformasi arah demokrasi makin menggliat, keran keran demokrasi semakin membuka diri. etnis tionghoa yang selama orde baru tidak memiliki kebebasan politik, sesudah reformasi mereka cukup meramaikan perpolitikan di Indonesia. Adanya Gubernur sekaligus calon Gubernur dari etnis tiongha Basuki Tjahaja Purnama   yang turut mermaikan Pilkada DKI yang sedang berlangsung saat ini sedikit membuka sejarah konflik laten anatara pribumi dan etnis tionghoa. Pilkada DKI yang sedang berlangsung saat ini di warnai dengan kampanye kampanye negatif yang bisa meruntuhkan disintegrasi bangsa ini. Sumber : id.wikipedia.org Sejarah menunjukan era kolonialisme bangsa belanda sudah meninggalkan warisan sebegitu negatifnya, Penjajahan selalu memandang  rendah bangsa yang di jajahnya, Sementara itu bangasa eropa sebagai penjajah menempatkan diri pada status sosial yang lebih tinggi, Kolonialisme Belanda kemudian membuat strarata sosial, keturunan campuran ...

Alat Negara Yang Kotor

Indonesia menganut trias politika yaitu kekuasaan di bagi menjadi 3 kekuasaan, ini untuk menghindari kediktatoran dan kesewenang wenangan penguasa, yaitu legislatif (DPR) pembuat hukum dan undang undang, yudikatif (pelaksana hukum) eksekutif yaitu eksekutor roda pemerintahan.. dan negara ini menganut hukum di atas segalanya. Sebagian orang kritis melihat dan hanya fokus kepada pertarungan politik kebijakan pemerintah, akan tetapi yang sebenarnya sedang sakit adalah pelaksana hukum.. lihatlah birokrasi hukum yang begitu bobroknya.. mulai dari perekrutannya  dimana calon penegak hukum harus membayar skian ratus juta untuk lolos menjadi penegak hukum.. lihatlah institusi polisi dengan tidak memperdulikan hukum menerima suap dari prngendara motor.. atau seseorang yang melakukan kejahatan dimana ia menyuap dari mulai kepolisian sampe kejaksaan untuk meringankan hukuman, atau ada narapidana yang berhasil menyuap untuk fasilitas mewah rumah tahanan, atau ada narapidana yang menyua...